Sabtu, 29 Agustus 2020

SKK - PENGAMAT #PENGGALANG

 SKK - PENGAMAT

    SKK (Syarat Kecakapan Khusus) merupakan salah satu kurikulum Gerakan Pramuka sebagai bentuk apresiasi dan sertifikasi anggota Gerakan Pramuka untuk meningkatkan semangat para anggota Gerakan pramuka. Berikut adalah gambar dari SKK PENGAMAT mulai dari tingkat Purwa, Madya dan Utama.

Pencapaian :

PURWA :

  1. Dapat mengingat 10 dari 15 macam benda yang dilihatnya dalam 1 menit (dilakukan 2 kali percobaan dengan benda benda berlainan).
  2. Dapat mengenal dan mengingat sedikitnya 7 dari 10 macam benda yang dirabanya, dicium, dikecap dengan lidah, dan suaranya yang di dengarnya.
  3. Dapat mengikuti jejak sejauh 3KM, dengan menggunakan tanda jejak sederhana dari bahan alam sekitarnya, dan dapat mencatat sedikitnya 70% dari seluruh tanda yang dibuat penguji.
  4. (a) Mengetahui dan Mencatat cara dan kebiasaan hidup jenis binatang yang ada di sekitarnya atau (b) Mengetahui nama dan mengenal 10 macam tumbuh tumbuhan/ buah buahan/ sayur sayuran/ yang bisa digunakan manusia dan tumbuh disekitarnya atau (c) Mengetahui nama dan mengenal beberapa macam jamur (fungsi) yang dapat dimakan atau yang beracun,yang tumbuh di daerahnya.

Selasa, 21 Juli 2020

UPACARA PEMBUKAAN LATIHAN PENGGALANG

TATA CARA UPACARA PEMBUKAAN LATIHAN
( P E N G G A L A N G )


  1. Persiapan Upacara : Para pemimpin regu mengumpulkan anggotanya yang sudah hadir, setelah itu membariskan dengan memeriksa kerapian dan kebersihan seluruh anggota. 
  2. Pratama Mengumpulkan Peserta Setelah mempersiapkan regunya masing masing, pratama memanggil seluruh peserta dengan pluit panjang Priiiiittttttt, lalu para anggota penggalang menjawab “Siiappp”. Dengan berlari kepada pratama, pratama memberikan aba aba pluit patah patah dan mengkode untuk membuat barisan angkare Prit .. Prit.. Prit. Setelah itu pratama mengistirahatkan pasukan dan memanggil kakak Pembina.
  3. Pemanggilan Kakak Pembina Pratama menghadap kepada kakak Pembina dan memberi laporan “Lapor, upacara pembukaan latihan siap dimulai” lalu kakak menjawab “Terimakasih, Laksanakan”. Setelah itu pratama kembali kedalam pasukan dan menyiapkan para pasukannya. Setelah kakak sudah berada dalam barisan, pratama memberi aba aba penghormatan “Kepada kakak Pembina hormaaaattt grak ..!!!”.
  4. Pengibaran Bendera Merah Putih Kakak memberikan aba aba kepada para petugas pengibar bendera “Pengibar bendera” lalu dijawab oleh petugas pengibar “Siap..!!” , kakak kembali memberi perintah “Kibarkan pusaka kita” lalu petugas menjawab kembali “Siap..!!”. Ketika petugas sudah memberi aba aba “Bendera Siap” pratama memberikan aba aba penghormatan kepada bendera merah putih.
  5. Pembacaan teks pancasila Setelah petugas pengibar sudah kembali kakak mengucapkan Pancasila lalu di ikuti oleh semua penggalang.
  6. Pengucapan Dasa Darma Setelah itu pengucapan dasa darma oleh petugas yang sudah ditunjuk. 
  7. Kata Bimbingan Kakak memberikan kata bimbingan dengan melakukan sikap istirahat ditempat dan diikuti oleh seluruh penggalang. Kata bimbingan yang diucapkan meliputi : Motivasi, Semangat, Prolog mengenai latihan pada hari ini dsb.
  8. Doa dipimpin oleh kakak pembina (Asisten Pembina). 
  9. Upacara selesai Setelah selesai kakak Pembina meninggalkan barisan upacara dan dilanjutkan dengan acara yang selanjutnya.

UPACARA PEMBUKAAN LATIHAN PRAMUKA SIAGA

TATA CARA UPACARA PEMBUKAAN LATIHAN
( S I A G A )

  1. Acara Persiapan : Pak cik/ Bu cik (Asisten Pembina) memberikan kegiatan awal, bisa berupa permainan, menyanyi, memeriksa kebersihan dan kesehatan atau yang lain sebagainya sembari menunggu persiapan upacara pembukaan latihan selesai. 
  2. Sulung Memanggil Siaga Setelah persiapan sudah beres dan yanda/bunda sudah hadir, maka sulung segera memanggil para anggota “Siagaaaaa…!!!” lalu semuanya menjawab “Siaaaapppp” lalu sulung memberikan kode untuk membuat sebuah barisan lingkaran besar sambal bernyanyi. 
  3. Penjemputan Yanda/Bunda :  Setelah sulung selesai membariskan, sulung menemui yanda/bunda dan berkata “Yanda/bunda upacara sudah bisa dilaksanakan silahkan yanda/bunda memulainya”, lalu yanda/bunda menjawab “Baik nak, Terima kasih”. Setelah itu yanda/bunda masuk kedalam barisan dengan menggandeng dan merangkul sulung dan menempatkan sulung di tempat yang teresedia. 
  4. Pengibaran Bendera Merah Putih : Setelah itu yanda/bunda memberikan aba aba kepada sulung “Sulung, ambil pusaka kita” lalu sulung menjawab dengan tegas "Siaappp...!!" yanda/bunda memberikan aba aba penghormatan apabila bendera merah putih sudah masuk kedalam barisan. Bendera yang dibawah sulug ditaruh ditempat yang sudah disediakan. Setelah manaruh sulung kembali kebarisanya. 
  5. Pembacaan teks pancasila : Yanda/bunda mengucapkan Pancasila dan di ikuti oleh seluruh siaga.
  6. Pembacaan Dwi Darma : Setelah itu pengucapan dwidarma oleh petugas yang sudah ditunjuk dan kembali di ikuti oleh para anggota siaga. 
  7. Kata Bimbingan : Yanda/bunda memberikan kata bimbingan dengan posisi istirahat ditempat, tanpa memberi aba aba dan seluruh siaga mengikuti yanda/bunda. Kata bimbingan yang disampaikan yanda/bunda mengenai latihan pada hati itu. 
  8. Doa : Doa dipimpin oleh Pak cik/ Bu cik (Asisten Pembina). 
  9. Upacara selesai : Yanda/bunda diharapkan tidak membubarkan barisan tersebut, namun langsung menuju ke kegiatan yang akan dilaksanakan.

Sabtu, 01 Februari 2020

LPJ PERKEMAHAN


Nih kami mau berbagi bentuk laporan pertnaggung jawaban panitia perkemahan . insya Allah benar dan resmi .
Selamat membuat laporan  . . .

https://drive.google.com/file/d/1JPNXajiJJjG22QjwlgEWhOuibvrxPReb/view?usp=sharing


@pramukapetung
Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCEVWEInD3BSIlDhW4tw8sUw?view_as=subscriber
Instagram : https://www.instagram.com/pramukapetung/
Twitter : https://twitter.com/pramukapetung/

Senin, 28 Oktober 2019

Curriculum Vitae (DAFTAR RIWAYAT HIDUP)



DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Curriculum Vitae

I. Data Pribadi

1. Nama                                   :      ..................................................
2. Tempat dan Tanggal Lahir   :      ..................................................
3. Jenis Kelamin                       :      ..................................................
4. Agama                                 :      ..................................................
5. Status Pernikahan                :      ..................................................
6. Warga Negara                      :      ..................................................
7. Alamat KTP                          :      ..................................................
                                                       ..................................................
                                                       ..................................................
8. Alamat Sekarang                  :      ..................................................
                                                       ..................................................
                                                       ..................................................
9. Nomor Telepon / HP            :      ..................................................
10. e-mail                                :      ..................................................
11. Kode Pos                            :      ..................................................

II.  Pendidikan Formal        :        
TAHUN
PELAJARAN
Sekolah / Institusi / Universitas
Jurusan
Jenjang
Pendidikan
IPK / UAN/ RAPOR

-






-






-






-






-






III. Pendidikan Non Formal / Training – Seminar
Tahun
Lembaga / Instansi
Keterampilan















IV. Riwayat Pengalaman Kerja
TAHUN
Instansi / Perusahaan
Posisi

-




-




-




-




-




V. Penguasaan Bahasa
No.
Bahasa
Kemampuan
Membaca
Menulis
Berbicara
Mendengar

























VI. Lain-lain : …………………………………………………………………………….
                       …………………………………………………………………………...
                       …………………………………………………………………………...


Demikian CV ini saya buat dengan sebenarnya.



3 x 4
Pas Fhoto
Pramuka
Lengkap
 


3 x 4
Pas Fhoto
Pramuka
Lengkap
 


3 x 4
Pas Fhoto
Pramuka
Lengkap
 
 







….…………,………………..




(...................................................)
Nama Lengkap

FORMAT FORMULIR PANITIA JAMBORE

FORMAT FORMULIR PANITIA
JAMBORE GUGUSDEPAN
GRESIK 15. 011/012


NAMA              :  ..........................................

TEMPAT LAHIR  :  ..............................................

TANGGAL LAHIR  : .............................................

NAMA AYAH          : .............................................

NAMA IBU              : .............................................

NOMOR TLP (WA) :  ............................................

CITA - CITA             :  ............................................

ALASAN DAFTAR MENJADI PANITIA :

...................................................................................

...................................................................................

ALASAN AGAR KAKAK DI TERIMA :

...................................................................................

...................................................................................

Kamis, 24 Oktober 2019

FORMULIR PENDAFTARAN PANSUS

FORMULIR PENDAFTARAN
PANSUS II
GUGUSDEPAN GRESIK 15. 011/012

NAMA                       : .......................................

ALAMAT                   : ........................................
 
NAMA IBU               : .........................................

NAMA AYAH           : .........................................

TEMPAT LAHIR       : ......................................

TANGGAL LAHIR  : ......................................

NO. HP(WA)             : ......................................

CITA - CITA             : .....................................

HOBY                       : .....................................


ALASAN IKUT PANSUS :
......................................................................
......................................................................
......................................................................

MOTIVASI HIDUP :
.......................................................................
.......................................................................
.......................................................................


ISILAH SURAT KESANGGUPAN DI SAAT PENYERAHAN BERKAS 

Rabu, 23 Oktober 2019

Menaksir Lebar Sungai


Sumber : pramukaria.com
@pramukapetung
24 Oktober 2019


Menaksir lebar semisal lebar sungai, menjadi salah satu teknik kepramukaan yang mengasyikkan. Apalagi banyak cara dan metode yang bisa digunakan untuk menaksir lebar. Untuk menaksir lebar para pramuka bisa memilih metode perbandingan segitiga, segitiga siku-siku (45 derajat), 1/4 lingkaran, pengintaian menggunakan topi, dan metode lainnya. Dan kali ini Blog Pramuka Petung akan menguraikan cara menaksir lebar sungai dengan metode perbandingan segitiga.

Menaksir sendiri merupakan aktifitas “menentukan sesuatu (harga, banyaknya, jumlah, ukuran, dan sebagainya) dengan kira-kira”. Dari pengertian itu menaksir lebar dapat diartikan sebagai mengira-ngira lebar suatu obyek. Dalam kepramukaan banyak jenis ketrampilan menaksir seperti menaksir tinggi, menaksir lebar, menaksir kecepatan, menaksir kedalaman, menaksir berat, dan lain-lain.

Menaksir, termasuk menaksir lebar, selain akan sangat berguna saat dipraktekkan dalam kegiatan di alam terbuka pun termasuk salah satu materi dalam Syarat Kecakapan Umum terutama SKU Penggalang Ramu dan SKU Penggalang Terap sebagaimana SK Kwarnas No. 198 Tahun 2011.

Melakukan Penaksiran Lebar dengan Metode Perbandingan Segitiga

Sebagaimana disampaikan di awal tulisan, banyak metode dan cara yang bisa dilakukan untuk melakukan penaksiran lebar. Salah satu metode menaksir lebar adalah dengan menggunakan metode perbandingan segitiga. Cara ini dianggap lebih sistematis, akurat, serta mudah. Sehingga selain hasil yang dihasilkan mendekati kenyataan, pelaporan kinerja akan lebih sistematis serta memudahkan dalam penilaian dan verifikasi ulang.

Dengan metode perbandingan segitiga ini, penaksiran dapat dilakukan menyesuaikan dengan kondisi dan luas medan karena rumus perbandingan yang digunakan bersifat fleksibel.

Untuk melakukan penaksiran lebar dengan menggunakan metode perbandingan segitiga lihat gambar dan langkah-langkah berikut ini:
Langkah-langkah menaksir lebar sungai:
1.    Tentukan titik di seberang sungai yang mudah diingat semisal terdapat pohon, batu, bangunan, atau rumpun semak. Ini berguna saat nanti dilakukan pengintaian di langkah selanjutnya. Namai titik itu sebagai titik "A".
2.    Tentutan titik "B" yang sejajar dengan titik "A". Tandai titik "B" dengan cara salah satu teman berdiri di atasnya atau dengan obyek lain semisal tongkat yang ditancapkan.
3.    Tentukan titik "C" sambil mengukur jaraknya (bisa dengan langkah atau tongkat) dengan menyusuri tepi sungai. Jarak antara titik "B" dan "C" terserah. Ingat, antara titik "A, B, dan C" harus membentuk segitiga siku-siku dengan siku-siku berada di titik "B".
4.    Tandai titik "C" sebagaimana cara menandai titik "B".
5.    Tentukan titik "D" dengan cara berjalan kembali sejauh setengah dari jarak "BC" sehingga "CD = 1/2 BC". Seumpama jarak BC adalah 8 meter maka jarak CD sejauh 4 meter. Ingat, antara titik "B, C, dan D" harus merupakan garis lurus.
6.    Tentukan titik "E" dengan cara berjalan ke arah kiri sehingga antara titik "C", "D", dan "E" terbentuk segitiga siku-siku dengan sudut siku-siku di titik "D".
7.    Saat berjalan menuju titik "E" intai atau bidik titik "A" melewati titik "C" sehingga antara titik "E", "C", dan "A" terbentuk garis lurus. Jika telah terbentuk garis lurus berhentilah dan tandai itu sebagai titik "E".
8.    Ukur jarak antara titik "D" dan "E"
9.    Untuk menghitung taksiran lebar sungai tinggal mengalikan dua jarak DE. Sehingga jika jarak DE adalah 4,3 meter maka lebar sungai adalah 2 X 4,3 = 8,6 meter.
Sekarang tinggal membuat laporan penaksiran lebar sungai seperti berikut:


Perbandingan Fleksibel
Di awal pembahasan langkah-langkah penaksiran lebar sungai dengan metode perbandingan segitiga dikatan bahwa metode ini bersifat fleksibel sehingga dapat menyesuaikan dengan kondisi atau luas medan. Rumus metode ini memang fleksibel tidak harus "AB = 2 x DE" namun rumus bisa juga dirubah menjadi:
§  "AB = DE"; di mana pada langkah ke-5 di atas, jarak CD tidak setengah BC tapi jarak CD sama dengan jarak CD (Jika CD = 4 meter maka BC = 4 meter). Ini bisa dipilih jika lokasi penaksiran luas atau sungai yang diukur agak semepit.
§  "AB = 4 x DE"; di mana pada langkah ke-5 di atas, jarak CD tidak setengah BC tetapi jarak CD adalah seperempat CD (Jika CD = 4 meter maka BC = 2 meter). Ini bisa dipilih jika lokasi penaksiran sempit atau sungai yang diukur sangat lebar.
§  Bahkan jika sungai yang hendak diukur lebih lebar lagi, mungkin bisa menggunakan rumus "AB = 6 x DE"; "AB = 8 x DE"; bahkan "AB = 10 x DE";
Namun menaksir lebar dengan menggunakan metode perbandingan segitiga ini hanya bisa digunakan jika kondisi medan mendatar dan bukan perbukitan yang naik turun. Jika demikian, sila gunakan metode menaksir lebar yang lain.